Musik seperti ini memang cocok didengar malam-malam sebelum tidur 🙂

Iklan

Sekilas tentang Keroncong dan Kenangan dari “Setangkai Anggrek”

Sejak dulu saya menyukai jenis musik keroncong. Alunan musik dan gaya bernyanyi yang khas, seperti melemparkan saya pada nuansa vintage sekaligus suasana bebas dari terburu-buru. Keroncong memang memiliki arti tersendiri bagi masing-masing penggemarnya. Di zaman sekarang sudah banyak pula yang mengkolaborasikan musik keroncong ke dalam musik modern. Tapi menurut saya, hasilnya tak seoriginal musik yang memang dikonsepkan untuk keroncong. Tidak semua lagu tentunya dapat dikeroncongkan. Ya memang selera kan juga beda-beda.  Kecuali lagu Anggrek Bulan, yang menurut batas pengetahuan saya soal keroncong, lagu lama ini selalu enak didengarkan di zaman apa pun. Bahkan di Negeri Belanda sana, kata seorang seniman, lagu ini populer, juga lagu-lagu keroncong lainnya.

Musik keroncong itu sendiri berasal dari Portugis yang semula dikenal dengan nama Fado, dibawa oleh para pelaut dan budak kapal perdagangan Portugis sejak mereka memasuki nusantara di abad ke-16. Sejarah musik keroncong bisa dibilang cukup panjang dan dapat dikatakan kehadirannya senantiasa mengiringi perjalanan bangsa. Bahkan lagu keroncong Di Bawah Sinar Bulan Purnama kala itu menjadi musik populer pascakemerdekaan Indonesia, dan sengaja liriknya dibuat kiasan untuk menghidari pencekalan.

Barangkali, yang pernah nonton film Soegija, nggak asing lagi dengan lagu ini: Als de Orchideen Bloeien (Bunga Anggrek Mulai Tumbuh) yang dilantunkan oleh seorang wanita yang memetik ukulele dalam salah satu adegannya, dengan sebagian syairnya dinyayikan oleh pemain bule. Apalagi pas hujan-hujan seperti ini, rasanya menyenangkan beristirahat sambil mendengarkan lagu-lagu keroncong.

Bunga anggrek mulai timbul
aku ingat padamu
di waktu kita bertemu
kau duduk di sampingku

Als de orchideen bloein, (jika bunga anggrek mekar)
ween ik haast van liefdes smart (angatkan aku akan pedihnya cinta)
Want ik kan niet bij je wezen (karena kamu tak bisa bersamaku)
g’lijk weleer, mijn lieve schat (sama halnya seperti dahulu, cintaku)

Reff

Kini kau cari yang lain
*Maar nu been je van een ander (tapi kini kamu milik yang lain)
ingkar dengan janjimu
*Voorbij is de romantiek (usailah cerita cinta itu)
Teringat masa yang lalu
*Kom terug toch bij mij weder (kembalilah padaku)
Aku cinta padamu
*Jou vergeten kan ik niet (ku tak bisa melupakanmu)

Gubahan Belanda

Als de Orchideen Bloeien

Als de orchideen bloeien,
kom dan toch terug bij mij.
Nogmaals wil ik met je wezen,
zoveel leed is dan voorbij.
Als de orchideen bloein,
ween ik haast van liefdes smart.
Want ik kan niet bij je wezen,
g’lijk weleer, mijn lieve schat.

Reff :
Maar nu been je van een ander.
Voorbij is de romantiek.
Kom terug toch bij mij weder.
Jou wergeten kan ik niet.
Als de orchideen bloeien,
dan denk ik terug aan jou.
Denk toen aan die zoete tijden,
toen je zei: Ik hou van jou.

Syair-syair di atas memang sedikit berbeda dengan “Bunga Anggrek” yang diciptakan Ismail Marzuki pada tahun 1939.

versi Ismail Marzuki

Bunga Anggrek mulai timbul
Aku cinta padamu
Sewaktu kita berkumpul
Kau duduk disampingku

Engkau cinta kepadaku
Bulan menjadi saksi
Dan engkau telah berjanji
Sehidup dan semati

[Reff:]
Kini kau cari yang lain
Lupa dengan janjimu
Sudah ada gantinya
Kau lupa kepadaku

Oh sungguh malang nasibku
kini kau telah jauh
Engkau mengingkari janji
Kau pergi tak kembali

Lagu ini konon lebih familiar di telinga kakek nenek yang pernah hidup di tahun ’30-an, di mana perpisahan jadi tema umum, dan banyak pacaran nggak sampe ke pernikahan, karena memang kondisinya sedang konflik. Tapi lepas dari kenapa lagu ini populer di zamannya dan masih nyaman didengar di masa sekarang, lagu Bunga Anggrek ini adalah jenis keroncong legendaris terindah bagi saya untuk saat ini 🙂

Sang Filsuf

:kepada kita yang mencintai kesadaran dan gemar bertanya

wahai kau budak dunia
cintailah bijaksana
dengan penuh kesadaran pahami dirimu sendiri
lusinan jurnal puisi
zaman berkembang mengikuti mencari jawaban ilmu tentang satu dunia yang baru
masa depan lima benua
manusia alam semesta
tak akan kau ketahui
namun Tuhan bukan pembenci
lupakanlah masa lalu
dan dia yang telah pergi
bukanlah suatu tragedi
jika kamu jatuh cinta lagi

Mari Bercerita

by: Payung Teduh

Seperti yang biasa kau lakukan
Di tengah perbincangan kita
Tiba-tiba kau terdiam
Sementara ku sibuk menerka
Apa yang ada di pikiranmu

Sesungguhnya berbicara denganmu
Tentang segala hal yang bukan tentang kita
Mungkin tentang ikan paus di laut
Atau mungkin tentang bunga padi di sawah
Sungguh bicara denganmu
Tentang segala hal yang bukan tentang kita
Selalu bisa membuat semua lebih bersahaja

Malam jangan berlalu
Jangan datang dulu terang
Telah lama kutunggu
Kuingin berdua denganmu
Biar pagi datang setelah aku memanggil terang
Hai pencuri kau, terang!

 

yeah, saya suka lagu ini 🙂

The Riddle

 

….

There are secrets that we still have left to find
There have been mysteries from the beginning of time
There are answers we’re not wise enough to see
He said, You looking for a clue? I love you free

The batter swings and the summer flies
As I look into my angel’s eyes
A song plays on while the moon is hiding over me
Something comes over me

I guess we’re big and I guess we’re small
If you think about it man you know we got it all
‘Cause we’re all we got on this bouncing ball
And I love you free, I love you freely

Here’s a riddle for you
Find the answer: There’s a reason for the world
You and I

pilihan

Apakah sesunggunya kita memiliki pilihan?

Ibu kita akan sakit bila kita bersikeras menerima pekerjaan yang letaknya jauh menyeberangi 5 negara. Sementara kita memiliki segudang pilihan dan rencana besar untuk membuat segalanya berubah beberapa tahun ke depan. Tapi ayah kita pun akan sakit melihat ibu sakit karena terus mengkhawatirkan anaknya yang merantau.

Lalu kita terhenyak memandangi koper-koper yang bakal dibongkar lagi isinya. Diam-diam membunuh rencana besar kita sendiri. Sambil menunggu apa yang akan mereka rencanakan untuk kita di masa mendatang.

Kemudian berbicaralah kita pada perasaan kita sendiri: di dunia ini, cuma kedua orang tua kita yang sungguh peduli, maka percayalah segala pilihan mereka terbaik untuk kita 

pulang

Lagu ini selalu saya suka. Entahlah, barangkali sebab saya tak pernah tinggal jauh dari rumah dalam waktu lama, sehingga pulang adalah perasaan yang masih misterius bagi saya.
Pulang kerja tentu tidak akan sama dengan (semacam) pulang mudik.

Tapi sepertinya pulang adalah peristiwa yang penting… dan kelak kita semua pun akan pulang. Sekalipun di antara kita, tak merasa berjalan pergi.

01:00

Minggu yang cukup sibuk namun tak terlalu buruk…

Akhirnya salah satu lagu The Secret yang dulu pernah aku ceritakan di sini, sekarang sudah punya versi youtube 🙂 dan hari ini, selain kopi dan koran pagi, saya lebih milih menepi di dalam pekerjaan, menyimak musik-musik band tersebut, dan juga sebuah film aneh (tapi menarik).

…oh iya, ini videoklip The Secret yang kumaksud:

keren kan?:)

 

Dan di sela-sela kesibukan(keisengan)ku otak-atik windows 8 sebelum tidur ini, makhluk unyu yang ada di video ini berhasil membuatku tersenyum geli :p

 

liburan yang menarik…

*met tidur deh… besok masih banyak kegiatan^^

 

 

Berlari Tanpamu

Suara satu orang saja takkan didengar, sekalipun berteriak di tengah hingar dan mengatakan, “please, suara kembang api kalian tak semua orang suka. Hargai yang tidak merayakan, seperti para simbah, bayi, dan orang-orang yang sedang sakit. Mereka gak merayakan.” Saya juga nyaris nggak pernah merayakan kecuali dua kali bersama teman-teman sewaktu masih kuliah dan hanya berniat menemani. Tapi tentu saja saya hanya molekul kecil di tengah lautan hingar bingar tahun baru ini.

Hidup adalah soal berbagi, maka harus sabar dan pasrah. Tapi bahkan sampai sekarang, saya tak terlalu bisa berdamai dengan keriuhan semacam ini. Hanya bisa pakai headset dan bersiap tidur bila semua ini sudah selesai.

Tapi ah biarlah saya pasrah melewati malam ini, sambi menulis salah satu lagu yang saya dengar malam ini.

Salah satu lagu keren ini diciptakan oleh kawan saya yang tergabung dalam grup band The Secret. Karena kebetulan belum ada versi youtube yang bisa di-link, sementara posting liriknya dulu :p.

Berlari Tanpamu

Ku ingin angin berembus
Menampar sepi
di akhir hari
Ku ingin buih membaur di ujung kakiku
Yang terus berdiri
Kulihat diriku pada cerminan alam
Dan kukesahkan padamu tentang lukaku
dan lukamu yang tak selesai
didekap badai

Biruku juga birumu direnggut malam
Tak kau hadapi semua ini bersamaku

Ku berlari tanpamu inginku bersamamu
Tak sempat kumengerti engkau yang menghindari
Semua keputusanmu aku sadari dulu
Aku tak pernah tahu tentang isi hatimu

Aku tak pernah tahu tentang semua itu

 

Oke, biar saya coba membuat ilustrasi lagu ini, dan tentu hasil imaji saya sendiri:

Mendengar lagu ini, saya seperti melihat sebuah film pendek dengan latar pulau yang terletak di luar Indonesia, yeah, katakanlah demikian. Hanya ada burung camar, kapal-kapal nelayan yang hendak berangkat melaut, aroma asin garam dan ikan, juga klorofil yang menguar dari hutan tak jauh dari lokasi itu.

Kemudian, seseorang terlihat sendirian di sana, ia berlari di sepanjang pantai, menembus hutan dengan kakinya yang telanjang dan bebas, menemui rasa sepinya sendiri… Direngkuhnya kenangan yang pahit dan manis. Melawan semua waktu…
Sesekali ia terperangkap damai. Sesekali ia terpenjara pedih. Ingatan telah membuatnya seperti gelombang…
Di seberang sana badai mengintip di sela awan, dan ia tak sempat berlari, barangkali ia tak punya daya, barangkai ia juga tak mau.. Pada pantai itu seseorang menunggu. Senja belum berurai. Malam masih di kejauhan. Badai seakan memperingatkannya untuk pergi. tapi ia mencintai pantai: pasir dan lautannya, semua hal tentang keabadiannya. Juga sepenggal masa lalu yang dimilikinya.

Pada sepi, seseorang itu bertanya: apa arti kosong dalam ruang hati
apa arti semua yang ia pernah jalani
apa artinya perasaan
apa artinya masa lalu itu
dan apa artinya hidup.

Barangkali ia memang harus terus berlari…