Isha’,

Ada kalanya, aku ingin sekali bisa mengambil waktu beberapa bulan, berangkat seorang diri ke suatu tempat yang jauh dari peradaban. Mungkin tinggal bersama orang-orang yang berumah jauh dari ingatan. Tanpa teknologi, tanpa hiruk pikuk, tanpa membawa setumpuk urusan, dan tak ingin dicari siapa pun. Mungkin saja aku berangkat hanya bersama beberapa buku yang selalu tak meninggalkanku. Suatu saat akan pulang.
Bisakah melarikan diri menjadi cara menyembuhkan diri. Atau hanya menunda sesuatu yang hendak meledak?

 

Aku bukan tak bahagia, rasanya aku hanya merasa kehilangan diri…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s