Untuk Jean Baptiste Grenouille

Ada kalanya aku ingin meminjam sebentar saja indra penciummu yang terlampau tajam. Aku ingin sesekali sibuk mengenali perbedaan aroma bayam dan bunga bugenvile, atau tauge dengan wortel. Aku baru tahu, itu juga dapat mengendus letak lumut-lumut pada bebatuan, atau sekadar menyadari apakah tanaman jerukmu dihuni hama. Suatu saat bila aku tersesat, indramu itu bisa menolongku untuk pulang.

Barangkali akan lebih dapat kutemukan sudut berbeda mengenali segala hal dari aroma yang mereka miliki. Tidakkah sering kali aroma tetumbuhan menunjukkan ia bisa saja mengandung penyembuh atau membunuh?

Tidakkah mudah bagimu, mengenali bau hanya seperti melihat kerumunan orang di pasar? Seperti kamu menelusuri jenis-jenis batu di pantai. Hidungmu bisa demikian, tetapi mengapa kebanyakan mata tidak bisa benar-benar cermat melihat?

Apa kamu tahu, mengapa ada bunga tertentu yang jadi primadona dan yang lain dikesampingkan? Padahal semua bunga sama, ia ada untuk sebuah alasan. Salah satunya membuatmu bersenang-senang mempelajari bagaimana inti wewangian diekstrak dari bunga-bunga yang direbus sedemikia rupa, bukan? Tidakkah orang hanya mengenali bunga sering kali dari penampilan? Sebagian memang ingin mengenal lebih dekat, mengelempokkan dan memberinya nama-nama latin yang panjang. Tapi itu tidak cukup, mereka juga menelisik apa guna mereka pada tubuh. Bunga-bunga ini dipreteli ramai-ramai dan diperas ke sebuah mesin besar.

Pada hidungmu, kau mengerti bunga hanya salah satu jenis makhluk hidup dari jutaan lainnya di bumi yang memiliki identitasnya sendiri. Apakah ada juga salah satu di antaranya yang arogan seperti kekasih pangeran kecil? Apakah ada pula yang berandai-andai ingin berubah jadi kura-kura?

Grenouille,
Terkadang aku mengerti bagaimana menjadi kau yang sering kali menyadari apa yang orang lain tak menyadarinya. Atau ketika kau terkadang memikirkan hal yang benar tetapi aneh bagi sebagian orang. Syukurlah kau bukan orang yang peduli apa kata orang.

Sangat lucu barangkali menjadi dirimu dengan anugerah indra pencium yang mampu mengidentifikasi segala benda dari bau-bauan bahkan dari kejauhan. Apakah lebih mudah rasanya ketimbang mengenali seseorang dari apa yang mampu kita pandang?

Grenouille, kupinjam sebentar saja indra penciummu, karena bila terlalu lama, aku bisa saja segila engkau.

 
(Jean Baptiste Grenouille, tokoh di novel Perfume: The Story of a Murderer karya Patrick Suskind).