Berhenti Saja Dulu

Akhirnya kukatakan ini pada diri sendiri. Lega rasanya sudah menghentikannya. Mungkin untuk saat ini aku rehat dulu dari hal-hal yang bersifat kompetisi.

Pertama, sepertinya aku nggak siap untuk perlombaan. Apa lagi yang membuat ngoyo. Sudah tantangan kesekian, dan aku bahkan menyiapkan beberapa bahan tulisan hasil pengamatan di lingkungan. Ternyata aku tetap nggak memiliki waktu yang cukup. Tak apa sih. Nggak semua rencana harus segera berjalan hingga sampai ke tujuan.

Aku juga baru ingat, untuk belajar menulis dengan konsisten, ada banyak cara, kita nggak perlu menempuh hanya satu jalan. Ini memang cuma alasan malas aja sih, haha. Mungkin aku akan tetap membaca tulisan-tulisan peserta lain di waktu senggang dan melakukan blogwalking. Aku akan terus belajar. Aku masih perlu memotivasi diriku untuk lebih banyak baca dulu untuk saat ini.

Menurutku, kita bisa rutin mengikuti atau bahkan bikin challenge kita sendiri kapan pun kita ingin. Itu pun nggak harus sekarang. Bisa saja kapan-kapan kalau waktu sudah mendukung. Sekarang kan aku punya prioritas lebih penting. Lagipula aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk mengurangi penggunaan gadget, fokus momong anak-anak, dan rutin baca buku per minggu di tahun ini. Anak-anak lagi senang-senangnya meniru perilaku orang dewasa. Kan nggak adil, aku yang selama ini mengondisikan anak-anak supaya nggak tertarik sama gadget, eh malah akunya sendiri yang sering pegang handphone.

Kalau pun aku harus nge-blog, langkah pertama yang harus kulakukan adalah beberes ala Konmari. Banyak hal yang harus dibenahi lebih dulu. Sudah jadi tujuan awal membuang sampai tuntas postingan yang tidak diperlukan dan simpan yang benar-benar penting. Atau lanjut memposting review buku-buku yang sudah dibaca. Segala hal berkait buku dan jenis bacaan lain saja. Membereskan ala Konmari adalah proyek akhir tahun lalu dan masih akan teap berjalan sampai benar-benar tuntas. Ternyata ini hal simpel yang mengerjakannya butuh ketelatenan dan waktu yang panjang. Menulis hal sepele seperti ini saja harus menunggu anak-anak tidur.

Lagipula lelah jadi orang lain. I mean, menulis sesuai keinginan segelintir orang. Aku mau jadi diri sendiri. Menulis hal-hal yang memang ingin aku tulis. Dan kalau memang sudah waktunya aku belajar nulis dengan serius, maka akan ada saatnya, barangkali aku juga akan belajar pada guru-guru yang aku sendiri akrab dengan karya-karyanya. Semua ada saatnya. Nanti juga aku tak lagi bermasalah menulis hal-hal yang bukan aku, atau sesuai permintaan. Secara profesional barangkali. Aku sudah terbiasa bilang “tidak” untuk hal-hal yang kurang sreg. Aku juga terbiasa nyari-nyari alasan kalau lagi malas sih. Seperti hari ini, hehe.

Sekian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s