Review “Matilda”

img_20180912_093155_hdr

Judul: Matilda
Penulis: Roald Dahl
Ilustrasi: Quentin Blake
Penerbit: Noura Books
Jumlah halaman: 278
Cetakan I: tahun 2018

 

 

 

Matilda Wormwood adalah bocah cilik yang genius. Ia telah bisa membaca secara autodidak di usia 4 tahun. Dan pada usia 5 tahun, ia tidak hanya menghabiskan seluruh buku anak di perpustakaan umum, tetapi juga membaca buku-buku karya penulis besar seperti Charles Dickens, Ernest Hemingway, hingga George Orwell. Matilda tumbuh menjadi sangat cemerlang di usianya yang masih sekecil itu. Menurut gurunya, bahkan ia sebetulnya sudah cocok masuk universitas dua tahun mendatang. Ironisnya ia tidak hidup di lingkungan yang sesuai dengan yang ia butuhkan.

Ayahnya adalah pengusaha mobil bekas yang licik dan hanya menyayangi anak lelakinya. Ibunya hampir setiap sore meninggalkannya di rumah demi bermain bingo. Di rumah, ia menghadapi kedua orang tua yang selalu mengabaikannya, bahkan menganggapnya koreng. Matilda harus berkerja keras mengingatkan mereka bahwa usianya sudah cukup untuk bersekolah. Dan pada akhirnya ketika ia masuk sekolah, tantangan demi tantangan masih harus dihadapi. Ia harus bertemu dengan seorang kepala sekolah yang tiran dan membenci anak-anak. Di rumah dan di sekolah, Matilda selalu bertemu “monster”. Orang-orang dewasa seperti mereka bahkan tak peduli ada yang istimewa pada diri Matilda. Namun alih-alih membuat iba, polah Matilda di kemudian hari justru mengundang ketakjuban dan tawa.

Bagaimana tidak, demi mencegah dirinya meledak karena tertekan, ia membuat hal-hal konyol untuk memberi “pelajaran” pada orang-orang dewasa yang suka menindas, bahkan tanpa ketahuan. Hingga datang pada suatu hari di sekolah, sebuah keajaiban muncul. Matilda tiba-tiba saja dapat menggerakkan benda-benda tanpa menyentuhnya. Kemampuan yang ajaib itu pun akhirnya ia gunakan untuk menolong orang yang paling peduli dengannya.

Tentu saja buku ini berhasil membuat saya jatuh cinta sejak halaman pertama hingga terakhir. Tidak hanya cara bercerita Roald Dahl yang enak diikuti, bahasa yang ringan, dan plot yang menarik, tapi juga banyak nilai moral yang dapat direnungkan. Humor cerdas yang bertebaran dalam buku ini juga nggak kalah menariknya. Tak heran sih buku ini pernah memenangkan Children’s Book Award pada tahun 1988 dan 1999.

Novel ini sebetulnya bisa dibaca semua umur, recommended banget deh pokoknya. Saya terbiasa mendaftar buku-buku jadul yang berkualitas dan masih relevan dari zaman ke zaman. Dan ini salah satu yang ada di daftar itu kalau menurut saya. Meski bisa dibaca segala usia, tetapi bahasanya sedikit lebih rumit untuk anak-anak di bawah umur. Saya jadi pengin baca karya Roald Dahl yang lain.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s