Surat Kelima

Dear Hujan,

Februari rupanya berjalan cepat. Terbesit di benakku, aku ingin merasa bulan ini cepat berlalu. Sudah tanggal berapa ini? Aku bahkan tak ingat tanggal dan terkadang lupa hari.
Sudah lama aku tidak membaca sesuatu, jangan pernah tanya lagi buku apa yang sedang aku baca hari ini, Hujan. Aku pasti lebih sering menjawabnya tak ada. Mungkin saja aku baru tahu rasanya berjarak dengan hal-hal yang telah melekat sejak kecil: membuat hidupmu tampak kosong. Tentunya kosong yang tidak berarti tak ada apa pun di sana. Menjalani peranku kini tetaplah menarik. Tapi membiarkan diri sendiri beku karena tak pernah lagi baca buku di sela kesibukan itu soal lain. Buku sering kali berhasil mengalihkanku dari pikiran negatif. Setiap si kecil tidur, pikiranku yang sering berputar-putar malah terbangun. Entah apa yang tengah kuresahkan. Tanpa buku atau bacaan yang sedari dulu jadi teman karibku, hidupku seperti hanya berputar-putar di dunia yang sempit.

Sekian surat singkatku hari ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s