PASARAN


Zaman saya kecil dulu, jenis permainan “pasaran” sangat populer, terutama di kalangan anak perempuan. Saya masih ingat sampai mengoleksi alat-alat masak berbentuk mini yang terbuat dari gerabah, yang menyerupai perabot dapur ibu. Anak-anak akan bergantian jadi penjual dan pembeli. Nggak seperti zaman sekarang, dulu bahan-bahannya pun mudah ditemukan di sekitar kami. 

Nggak asal main. Mencari bahan pasaran butuh kreativitas, tekad, dan imajinasi lho. Misalnya saja ketika kami menemukan jantung pisang yang gugur, putiknya kami jadikan udang-udangan, dan kelopaknya bisa dijadiin daging. Kalau ada tumbuhan tali putri yang biasanya menjalar di tumbuhan teh-tehan, kami akan menjadikannya bakmi. Kalau ada daun pisang atau mangkokan yang bisa diminta di kebun tetangga, itu biasanya dijadikan untuk bungkus makanan. Terkadang kami akan menjelajah dapur untuk menanyakan kalau ada sisa masakan ibu, seperti bekas parutan kelapa atau apa pun itu. Dan masih banyak lagi karena apa pun di sekitar kami bisa jadi media.

Dan kami pun membuat pasar kecil yang berisi stand sayur, buah, dan makanan. Ada satu anak yang menjual lotek, sate, gudeg, ada yang menjual buah-buahan dengan bahan dari tumbuhan liar yang mirip buah. Ada pula yang menjual sayur. Kami penjual dan pembeli akan terlibat dalam semacam transaksi yang mirip seperti di pasar. Ramai sekali. Mata uangnya pun pakai daun pisang yang dibuat seperti uang receh dan kertas, atau bisa pakai pecahan genting. Anak laki-laki terkadang juga ikut.

Ternyata dalam permainan tradisional seperti pasaran, kami jadi belajar banyak hal. Salah satunya adalah sosialisasi, karena kita pun akan terdorong untuk berkomunikasi dengan banyak anak. Ada pula matematika, otomatis kita akan belajar hitung-hitungan. Selain itu kepercayaan diri kita untuk berbicara di depan banyak orang juga terlatih sejak dini. Dan masih banyak lagi deh pokoknya.

Entah apa di zaman sekarang, anak-anak bisa berkesempatan bermain pasaran seperti demikian ya. 

Diposting juga di https://www.instagram.com/p/BPFrnt9hM3b/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s