Surat Keempatbelas: Harapan

Untuk Isha.

Menyambung suratku yang kemarin.

Barangkali sejak ada istilah kakak juga merupakan orang tua kedua bagi adik-adiknya, sejak itu aku menyadari sedikit banyak rasanya menjadi orang tua. Sejak itu ada sifat pengatur dan posesif ketika dihadapkan oleh kebandelan adik-adik atau ketika mereka tengah akan membuat keputusan hidup. Tapi rupanya benar, sebagai orang tua cadangan itulah, seorang kakak tak bisa memiliki hidup yang santai.

Terlebih ketika menghadapi adik bungsuku laki-laki yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja saat ini. Adik kecil yang bahkan masih kuhafal cara berlari dan tertawanya ketika masih balita. Kini ia sudah dewasa dan mahasiswa, badannya lebih besar dan tinggi dibanding aku. Tapi saat ini, aku hanya bisa berdoa dan memohon pertolongan pada Allah untuk segera memulihkannya. Mengembalikannya seperti dulu… Aku rindu ceria dan aksennya yang kadangkala cuek. Aku rindu mengkopi film-film animasi Jepang miliknya dan membicarakan cerita lucu di dalamnya di kala senggang sambi tertawa. Aku rindu omelannya ketika aku goda atau kusembunyikan barang miliknya. Aku juga masih ingat dia selalu usil membawakanku cicak mati di tangannya sampai aku jadi jejeritan nggak jelas. Kini rasanya jarak aku dengannya seperti begitu tak terjangkau dan entah sampai kapan. Aku hanya bisa menangis diam-diam dalam kamar ketika sendirian karena tak mungkin aku seperti itu di depan kedua bapak ibu yang belakangan juga sedih dan bingung. Memang terkadang seorang kakak sulung adalah pembohong yang ulung. Ia bahkan bisa pura-pura tegar di hadapan semua orang. Padahal hancur.
Rasanya sekarang aku mesti mempercayai harapan.
(Oh Tuhan… semoga janin dalam perutku tak protes karena emaknya tengah kacau belakangan ini.)

Sekian suratku ini, Is.
Semoga saja surat berikutnya adalah tentang kabar yang bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s