Surat Kesepuluh: Tentang Cara Mengisi Sepi

kepada kamu

Apa kabar?

Setiap orang punya cara mengisi sepinya masing-masing. Meski kadang memberikan rasa nyaman, perasaan sepi juga sering kali tidak menyenangkan. Terlebih akan begitu terasa ketika cuaca selalu mendung sepanjang hari dengan angin yang berembus kencang, mulai turun hujan menjelang sore, dan mendingin di malam hari. Atau tiba-tiba saja menjadi panas di hari-hari tertentu.
Di kesempatan ini akan kujawab suratmu lalu tentang apa yang kulakukan belakangan ini.

Aku sudah menceritakan bahwa sejak resign dari kantorku yang terakhir bulan Desember kemarin, aku memang seperti terjebak kebiasaan yang sungguh berbeda. Rutinitasku berganti dengan minum obat pagi hari, membuat jus di siang hari lalu tidur setelahnya, dan sisa waktu luang kugunakan untuk membereskan urusan rumah. Tapi memang ini pilihan terbaik untuk saat  ini.
Tentu tidak ada lagi keriuhan kantor dengan banyak orang di sebuah ruangan yang sibuk setiap pagi hingga sore yang biasa kusimak. Melainkan kini lebih sering aku menonton mimpi-mimpi tidurku sendiri yang berganti-ganti atau sekadar memandangi tanaman kebun di samping kamar. Atau sesekali menonton film Masha and the Bear.

Mestinya dengan demikian, aku punya banyak waktu untuk menulis atau sekadar membaca. Anehnya aku jadi sering tidak bersemangat membaca buku, kecuali yang benar-benar kusuka. Anehnya aku jadi sering nonton film-film horor via Youtube di siang hari. Aku juga mengikuti serial india setiap jam 20.30 hingga jam 10 sebelum membuat segelas susu, berlanjut acara TV berikutnya hingga tertidur. Kamu pasti heran sebab sebelumnya aku anti televisi apalagi mengikuti film serial. Segalanya memang bisa berubah.
Aku bahkan sudah jarang sekali memegang ponselku sendiri.

Lalu apa kegiatanmu belakangan ini?
Kuharap kamu masih sempat menulis buku harianmu