Surat Keenam: Perihal Makanan Tradisional

: untuk penjual jajan pasar di seluruh penjuru kotaku.

Sungguh jangan pernah gantikan makanan tradisonal yang engkau jual itu dengan yang modern. Yang terbaru tak selalu mengandung kejujuran. Bahan pewarna, pemanis, atau pengawet tidakkah cukup riskan untuk kesehatan kita?
Mengapa demi sebuah rasa, mereka beramai-ramai harus menggunakan bahan-bahan palsu itu?
Bukankah rasa hanya sekadar mampir di lidah, dan dampak selalu bertahan lama di tubuh kita?
Seperti halnya cinta?

:salah satu pelangganmu

Satu komentar di “Surat Keenam: Perihal Makanan Tradisional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s