ketika sore

ini sore, tatkala sunyi lebih mengabu dari sisa perjamuan hujan
tak ada jingga di dinding dan jendela
bulan berpamit senyap, bintang lenyap
lalu kubentangkan lautanku. kuhanyutkan angin,
kugambar kapal dan dermaga
dengan krayon warna ungu
untuk kujemput diri sendiri ke arahmu, kala senja kembali
namun tidakkah melupakan rasa pulang adalah gigil
dan di balik pintu
tatkala sebuah nama memanggil
warna-warna akan memudar
kertas-kertas terbakar