Bahagia Pun Butuh Alasan: You’re Not Funny Enough

Judul: You’re Not Funny Enough (Novel)
Penulis: Jacob Julian
Penerbit: PING!!! (Juni, 2014)
Halaman: 280 halaman
ISBN: 9786022556176

Apa yang membuatmu ingin bahagia? Siapa yang akan kau bahagiakan? Kenapa kau ingin bahagia? (halaman164)

Kapabilitas seorang comic atau komedian ditentukan apakah show-nya berhasil. Apa yang terjadi bila seorang comic sudah tak lagi berhasil membuat audience-nya tertawa? Dan mengapa demikian?

Jamie adalah seorang comic yang sedaang meniti kariernya dari bawah. Semula, ia menemukan sisi gelap dan menariknya stand up comedy sebab berhubungan erat dengan seni menggembirakan banyak orang dengan komedi yang dibawakan. Seorang comedian selalu butuh memperbarui ide, kemampuan tampil, dan waktu untuk mempersiapkan materi demi membuat penontonya terhibur.

Dalam kesuntukannya kuliah, ia menemukan hiburan yang menarik pada stand up comedy. Kemudian ia bercita-cita menjadi comic terkenal. Demi menekuni karier impiannya ini, ia bahkan sempat berhenti kuliah.Ia lalu bekerja di kafe Beni, seorang sahabat yang bahkan mau memberikan pekerjaan lengkap dengan fasilitas selama ia mau tampil rutin di kafenya. Namun rupanya nasib baik belum berpihak padanya. Sejak putus dari Sonya, Jamie mengalami kemunduran. Tak seorang pun datang untuk menonton pertunjukan tunggalnya di kafe sebab penontonnya tak merasa Jamie selucu yang dulu. Kegagalannya tampil dalam show tunggal membuatnya terdorong untuk berhenti bekerja dengan Beni, bahkan ingin melupakan dunianya dan berganti profesi. Segala daya upaya sudah dilakukan. Ia merasa bahwa dunia comic tak lagi memberikan keuntungan dalam hidupnya. Ia juga menyadari bahwa kesedihannya membuatnya tak memiliki semangat untuk menggali lagi kemampuannya. Alasan-alasan itulah yang menyebabkan ia memutuskan untuk tetap berhenti. Jamie kehilangan kepercayaan diri dan merasa bahwa menjadi comic bukan lagi jalannya. Ia pun memutuskan move on ke Kalimantan.

Dalam perjalanannya ke Kalimantan, ia bertemu dengan sepasang backpaker, Fey dan Luka. Mereka mendesaknya untuk menampilkan stand up comedy di lounge kapal sebagai hadiah pertunangan. Demi pertemanan, ia pun melakukannya. Pada saat itulah, ia justru mendapat respons yang lumayan bagus dari penonton. Apalagi Fey yang pada akhinya malah menjadi fansnya dan berharap ia dapat menontonnya kembali. Namun kehadiran Fey dan tunangannya belum cukup membuat kepercayaan dirinya kembali. Tawaran kapten untuk tampil rutin di kapalnya pun ia tolak. Namun, ia merasa ada sepercik semangat dalam hidupnya tatkala Fey yang ceria dan manis itu memposisikannya idola. Bahkan terang-terangan di depan Luka, tunangannya. Sayang, itu tak cukup membuatnya bangkit ketika menyadari Fey sudah ada yang punya.

Turun dari kapal, Jimie menemukan kehidupan yang berbeda dan menuntutnya untuk mulai dari nol. Namun hidup rupanya menyimpan kejutan lain. Menjadi tukang bersih-bersih mal membuatnya bertemu dengan Pak Gaiman–orang lokal yang menetap tinggal di atas tanah leluhurnya yang kini menjadi bangunan mal. Rupanya Pak Gaiman adalah seorang pesulap. Perkenalan dengan Pak Gaiman mengantar Jamie pada kesadaran bahwa menjadi komedian memang profesi sejatinya. Dari seorang Gaiman yang keras dan banyak pengalaman, Jamie banyak mendapat petuah berharga darinya.

Di tengah menjalani profesi barunya sebagai tukang bersih-bersih, tak disangka ia bertemu dengan Fey yang rupanya telah putus dari Luka. Dari pertemuan itu, ia tahu bahwa Fey ternyata memedulikannya. Ia juga berharap Jamie dapat menjadi comedian kembali seperti yang ia kenal dulu, dan di samping itu, Fey juga mengutarakan isi hatinya pada Jamie yang saat itu malah tidak ngeh dengan maksudnya. Fey lantas menghilang lagi dengan meninggalkan tanda tanya bagi Jamie.

Pada suatu hari Jimie ditawari Gaiman dan rekannya untuk mengisi pembukaaan sirkus. Dalam kebimbangannya, Jamie tahu ia hanya butuh kerja keras dan konsisten di jalan yang pernah ditempuh yang bahkan pernah harus berkorban demi berada di jalan itu. Tapi rupanya perasaan pada Fey yang ceria dan manis juga mampu mengembalikan semangatnya. Jamie mau menjalani profesi sebagai pembuka sirkus Gaiman dan kawan-kawan dengan stand up comedy. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Secara berkala ia mulai mendapat banyak perhatian dan penggemar. Pada akhirnya ia bahkan mendapatkanan kesempatan tur stand up comedy ke beberapa kota dari sponsor. Hal itu membuat Jamie bersemangat. Tentu saja ia siap menjadi populer dan muncul di televisi hanya demi menemukan Fey kembali. Ia sadar rupanya Fey adalah salah satu alasan terkuat yang membuat ia bangkit kembali ke dunia stand up comedy.

Novel karya Jacob Julian ini memiliki ending yang manis di mana tokoh Jamie kembali sukses menjadi comic atas kerja kerasnya dan sadar bahwa ia butuh Fey, seseorang yang akan selalu mendukung kariernya dan tak akan meninggalkannya. Kehadiran seorang kekasih yang setia tentu membuat Jamie bahagia. Menunjukkan pada kita bahwa kebahagiaan pun juga butuh alasan. Terlebih seorang comic juga butuh berbahagia untuk bisa membuat orang lain tertawa dan bahagia.

Alur dalam novel Julian ini cukup menarik dan mampu menggambarkan kehidupan comedian dari sisi yang lain secara lebih dekat. Pembaca seperti diajak untuk memahami dunia comedian dari latar belakang dan sepak terjangnya. Hanya saja masih ditemukan beberapa kalimat rancu seperti yang ada dalam halaman 107: “Karena suatu saat. orang berpacaran juga bisa berakhir dengan kata-kata… “, halaman 238: “kau sudah pacar?”, dan juga beberapa di halaman lainnya. Untuk itulah, baik penulis maupun editor perlu mencermati lebih teliti karena kesalahan-kesalahan kecil yang bersifat gramatikal juga bisa berpengaruh pada feel pembaca. Kemudian perlu juga bagi penulis untuk riset logat/aksen bahasa, sebab Pak Gaiman yang penduduk suku daerah tentu berbeda gaya bahasa dengan Jamian dan Beni misalnya.

Namun demikian, lepas dari hal-hal itu, novel You’re Not Funny Enough cukup menarik sehingga dapat dijadikan bacaan ringan di kala suntuk. Saya yang sudah lama tak membaca novel teenlit pun menikmati novel ini dan menemukan banyak hal yang membuat saya akhirnya tersenyum di bagian akhir kisahnya. Bila saya harus menggunakan bintang untuk menilai novel ini, baiklah saya akan kasih 3 bintang 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s