sepi

 

Sepi itu adil. Ia tak memandang kamu seorang bos, suami/istri, seorang anak, artis, pemimpin negara, politikus sekalipun.

Kesepian menyapamu bagai angin di musim hujan bila ia hadir. Engkau menggigil dalam bosan dan lelah tapi betah. Saat itu, engkau berharap memiliki lorong yang bisa engkau pakai berjalan ke arah-Nya sewaktu-waktu untuk sekadar curhat. Sebab barangkali hanya Ia Yang Maha Memahami, sampai kau menyadari bahwa manusia bukan tempat bergantung.

 

 

 

2 komentar di “sepi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s