Hari-hari Menjelang Ramadhan (3)

Diari hari ini

Dalam ngantuk kusempat menulis catatan yang potong-potong ini. Semuanya beranjak dari hal-hal biasa dari keseharian yang kutemukan hari ini.

SATU

Pernikahan itu ibadah. Yeah, benar. Bila kedua pelakunya memosisikan perjalanan hubungan tersebut atas patokan nilai-nilai religius, komitmen, tanggung jawab, kasih sayang, dan kebersamaan yang setia. Bila tidak, pernikahan hanya sekadar ikatan di atas hukum resmi, selebihnya hanya tentang dua orang yang tinggal satu atap namun ‘hidup sendiri-sendiri’. Barangkali mereka hanya tinggal menunggu kapan waktu yang tepat untuk tak lagi serumah.

*Catatan ini terinspirasi dari: betapa punya teman ngobrol yang sedang galau nikah, membuat hidup kita kadang menarik karena mampu membuat kita kembali pada perenungan dan kesadaran tentang hal-hal di sekitar.

DUA

Obrolan bareng sahabat pagi ini:

“Jenk, aku kadang khawatir deh kalo punya suami ganteng,” begitu katanya di sela curcol kami.

Beberapa waktu yang lalu, kami berdua terharu dengan kisah cinta dari Aceh. Seorang bule cakep jatuh cinta pada pribumi aceh yang (maaf, bisa dibilang) kurang cantik menurut ukuran Indonesia. Mereka menikah sejak perkenalan pertama pasca-Tsunami. Pada sebuah acara talkshow di stasiun televisi, si istri berjalan masuk ke panggung. Susah payah karena memakai high heels, ia jatuh. Eh, dengan siap, si suami yang bule itu memeluknya dengan kasih sayang sambil menolongnya bangkit. Tidak malu pula dilihat orang se-Indonesia. Anda pasti ingat dengan kisah Jono, mengingatkan betapa cinta sejati itu ada, dan ia tak mengenal siapa orangnya. Ya, lepas dari terpaan gosip yang emndera mereka akhir-akhir ini sih.

“Ah, nggak masalah kok punya suami ganteng,” kata saya meyakinkan. “Yang jadi masalah itu kalau suamimu sok kegantengan. Udah gitu suka mbribik pula. Alias playboy. Njelehi pastinya. Jangan sampai.”

Dia ngakak. Saya ngakak. Obrolan itu kami akhiri dengan tawa lepas yang kurang sopan kalau dilihat dari ukuran wanita jawa. Dan entah apa yang sedang kami tertawakan sesungguhnya.

TIGA

*Perempuan kedang takut menemukan suami yang ternyata tak sesuai yang terlihat di kala pacaran. Tapi memang benar, pacaran dan menikah bisa jadi dua hal yang sangat lain. Terlebih bila dari awl sudah terlalu berharap. Banyak hal manis yang dialami di masa pacaran tak lagi terjadi di masa menikah. Ingat obrolan konyol salah satu teman. “Sekarang kamu dipanggil pacarmu darling, beb, say, dan lain-lain. Bisa saja udah nikah kamu dipanggil ‘cuk'”.Kekurangan yang barangkali bikin engkau dongkol dan bosan takkan terlihat di masa pacaran, selama apa pun kalian menjalani pacaran itu. Yup, hanya bisa bilang, menikahlah Jenk, dengan yang sudah terbukti seiman dan sayang denganmu. Setiap orang punya kekurangan, tapi aku yakin Tuhan takkan membiarkan kita sekarat karena bosan.

Tentu saja, perempuan paling beruntung adalah tahu-tahu ia menikahi pria setia.

EMPAT

Sudahlah ah, mari berhenti ngomongin seputar hubungan.

Kebetulan saya lagi semangat untuk masuk dalam kesibukan bekerja. Memang dalam Islam, tidak wajib wanita bekerja di luar rumah. Tapi boleh bila itu jadi pelarian rasa suntuk dan kemudian membuat hidup kita lebih berkualitas daripada membusuk di dalam rumah.

LIMA

Tentu saja, ngopi itu tetap penting. Selama belum ada alasan kuat untuk berhenti, hehehe.

ENAM

Akhirnya saya, adik perempuan saya, dan Ibu yang jarang bertemu, menjadi tim sharing seru sambil ngopi bareng. 🙂 Kadang keadaan bisa menyatukan tiga perempuan yang biasanya saling berseberangan.

TUJUH

Bila di Kota Jogja ini masih banyak sekumpulan pengajian yasinan (untuk leluhur) yang hanya dihadiri oleh kaum bapak-bapak saja dengan para ibu jumpalitan di dapur untuk bikin suguhan, semoga hal itu bukan karena tradisi patriakhat masih dominan. Saya masih sensitif dengan fenomena semacam itu. Allah saja nggak membedakan ia laki-laki atau perempuan dalam soal nilai beribadah.

DELAPAN

Maka, akhir dari curhat saya malam ini adalah doa.

Tuhan, semoga saya menjadi umat yang bahagia dunia akherat dan selalu dekat dengan Engkau. Dan terangilah selalu jalan hidup saya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s