keyakinan

Saya tahu bahwa memaksakan keyakinan bahkan keimanan sekalipun, dalam bentuk apa pun, adalah bentuk melanggar hak. Tapi sering kali saya lupa, seperti halnya seorang nahkoda yang lupa bahwa penumpangnya ada yang mabuk gelombang ombak atau elergi dengan angin. Ia tentu takkan sempat menyewa semacam badut supaya si mabuk segera sembuh, hanya akan mencari cara supaya dapat sampai ke pulau yang dituju dengan selamat. Hanya itu. Betapa rasa bertanggung jawab tidak selamanya mudah, sekalipun sejak kecil telah terasah. Tapi di sisi lain, saya mengerti, tiap orang wajib menerima perbedaan-perbedaan di sekitarnya.
Barangkali aku terlalu toleran dengan banyak perbedaan, tapi tak cukup toleran dengan mereka yang memilki keyakinana kuat terhadap sesuatu dan tak mau orang-orang yang dicintainya sengsara di masa depan.

Tapi sering kali hidup tak memberikan kesempatan untuk berpikir panjang sebelum banyak hal terjadi. Atau sampai segalanya tak lagi bisa kembali.

Bukankah keimanan milik setiap orang dan yang menilai bukan kita?

Bertoleran yang sebenarnya bukankah menghargai keyakianan tiap-tiap orang tanpa kita merasa bahwa keyakinan kita paling benar?

Kita ini sok humanis, padahal dengan mereka yang teguh beragama pun kita sulit menghargai. Tidakkah seharusnya kita membenci saja kekerasan, kesewenang-wenangan, perang, atau apa pun itu yang melanggar hak asasi, lepas dari apa keyakinan mereka.

Tuhan sudah cukup adil dengan memberi kita ruang hati yang letaknya jauh tersembunyi dari orang-orang, untuk memilih dengan cara apa kita mendekat kepada-Nya meskipun terkadang sangat individual.

Saya tahu, barangkali saya selalu lupa, bahwa di atas segalanya itu, Allah yang punya alasan dan jawabannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s