mana yang kau pikir lebih baik?

 

tinggal serumah tapi selalu “terpisah”, 

atau LDR beda negara tapi selalu “saling ada”?

 

 

 

 

Iklan

Bunga-bunga di Kebunku

Usai gerimis pergi 

 

 

Namanya adenium. Sejenis kamboja hias, dan baru beberapa yang mekar.

1

 

 

Ini Bunga Euphorbia, asalnya dari Madagaskar. Konon bunga ini membawa keberuntungan. Tapi kepercayaan bahwa euphorbia merupakan bunga keberuntungan lebih banyak dipercaya masyarakat Thailand, karena jumlah bunganya yang selalu kelipatan delapan. Angka delapan bagi mereka adalah angka keberuntungan.
Semakin banyak bunganya semakin makmur pemiliknya. Begitulah.

Sayang orang rumah nggak ada yang tahu, yang punya bunganya saja nggak tahu, haha… Sehingga bunga lucu ini hanya sekadar salah satu penduduk tanaman yang dirawat karena bentuk bunganya bagus 🙂

2

 

 

3

 

 

 

ah, kasihan kali kau, tumbuh sendirian saja…

5

 

Aku nggak tahu ini bunga apa :))

 

DSCN2875

 

DSCN2880

 

Buah-buah kecil berwarna merah ini akan segera jatuh di tanah dan jadi benih kemuning baru. Tanaman ini bila berbunga, akan mengisi sebagian besar udara di rumahmu dengan wangi yang seolah tidak akan pergi.
Salah satu pot kecil di sana telah kusiapkan untuk seorang teman di waktu itu, yang entah apakah akan kutemui lagi, seperti janji yang belum juga tuntas.

Tapi saya selalu suka bila ada teman, kerabat, tetangga, atau siapa pun itu, mengambil tunas-tunasnya untuk dibawa dan dirawat.

6

 

Dan ini dia, salah satu bunga yang belakangan paling kusuka di antara bunga-bunga yang lain. Betapa harus memanjat kolam ikan supaya bisa menangkap gambarnya. Entah bagaimana bunga yang biasa nangkring di kuburan ini jadi favoritku. Barangkali kami berdua sudah menjelma sahabat ngobrol. Barangkali ia juga mereka saksi bisu hidupku yang akhir-akhir ini memang seperti tak ke mana-mana. Maka setiap hari, kupunguti mereka yang telah jatuh di tanah, kusimpan di dalam kamar.

Biar saja bau kamarku jadi agak magis 🙂

 

8

 

 

9

 

 

Hei.. bukankah ini perpaduan yang cukup indah?
awan, langit biru, dan rumpun kamboja

10

 

 

Jadi, intinya, keindahan itu memang bisa ditemukan di mana pun, pada hal-hal kecil di sekitar kita sekalipun  🙂

galeri kepompong (foto iseng)

Mereka semua sudah meninggalkan rumahnya

3

 

Entah terbang ke mana setelah itu…

2

 

1

 

4

salah satu kepompong di taman kebunku

 

Sementara aku masih di tempat yang sama, belum move on juga -_-

haha, ya sudahlah… barangkali belum 🙂

teman bicara

Biar kuceritakan perihal malam ini. Hujan baru saja usai. Setelahnya rintik kecil yang jatuh dari atap perlahan menghilang. Kini di tengah malam, aku duduk menghadap netbukku. Aku menyetel musik-musik yang kusuka dan kudengar lewat headset. Tidak ada sisa dingin di dalam kamarku, kecuali hanya lebih sejuk daripada cuaca seharian tadi. Angin berhembus kecil saja. Takkan membuatku menggigil duduk bersila di lantai sekarang ini. Tapi tak ada percakapan menarik memang kecuali yang selalu terjadi padaku dan kesunyian. Apakah aku memang ditakdirkan ‘sepi’? Tidak juga. Hanya saja sendirian yang sebenarnya selalu merujuk pada kondisi ketika kita tidak ada bagi orang-orang di sekitar kita.

Hai, kini aku memang mencari moment ini, tak tahu siapa yang sebenarnya kuajak bicara secara intim dan lepas. Hanya saja memang dalam diam, aku lebih leluasa berbicara. Rasanya setiap orang normal pun butuh teman untuk berbicara dan bertukar pikiran. Tapi bagiku, berbicara pada hening malam seperti ini telah lebih dari cukup. Tuhan rasanya Maha Pemurah, karena dalam kondisi yang baru ini, aku tetap dapat menemukan lorong hening, di mana aku dapat menemukan cara untuk tetap dapat didengar-Nya. Sungguh rasanya, belakang ini aku banyak bertanya-tanya dan meragu. Sialnya, aku harus mencari jawabannya sendiri….

Apa aku memang membutuhkan teman bicara seperti halnya makhluk memerlukan air? Iya selalu. Dan tak pernah tidak. Di mana ia akan mendengar, menyimak, merespons pemikiran, kegelisahan, tangis, juga omong kosongku sekalipun. Tak mengapa bagiku. Memang siapa yang bisa memahami kekompleksanku, kecuali kerumitan itu sendiri? Haha, malam ini pun telah rumit. Udara berembus antara dingin dan gerah, juga membuat penat dan kadang longgar. Dan aku terjebak antara keinginan bersitirahat sementara alam belum juga membuatku mengantuk.

00:35 di kamarku

 

 

 

Hidup memang tak hanya tentang membayar kesalahan di masa lalu, tapi tentang mencari jalan pulang di kemudian hari, maka aku suntuk dengan keramaian-keramaian itu, di mana orang-orang membicarakan hal-hal yang dunia dan tak selamanya ada….

Betapa kini lebih mudah bagiku menghargai hal-hal kecil yang kutemukan setiap hari, ketimbang banyak berharap hal-hal yang belum tentu kumiliki…

Seperti keindahan kecil yang kutemukan di liburan kemarin hari….

 

DSCN0072

mesti kejar-kejaran dulu sama makhluk ini sebelum berhasil ambil gambarnya 🙂

 

DSCN0063

bunga tapak doro

 

DSCN0076

 

 

 

 

sisi hewan

Siamang, engkau tahu? Ia sejenis hewan mirip monyet. Jika sudah memilih pasangan, siamang jantan dan betina akan membangun ikatan yang kuat. Mereka akan saling mengutamakan pasangan mereka. Meski hewan, siamang bukan jenis yang egois.

Ada juga berang-berang. Hewan pengerat semacam berang-berang ini adalah pasangan yang sangat kompak. Mereka akan membuat sarang bersama, membesarkan anak bersama, dan menjadi pasangan yang tidak terpisahkan.

Lalu, kita mengenal srigala sebagai hewan berdarah dingin, tetapi kau tahu, serigala sebenarnya hangat pada pasangan mereka. Meski dikenal sebagai pemburu ganas, serigala sebenarnya adalah hewan yang berkomitmen untuk monogami. Mereka akan membangun keluarga yang berisi pejantan, betina, dan anak-anak mereka, dengan cara yang terbaik.

Mereka semua hewan, sedangkan kita manusia. Tapi di dunia manusia, kita selalu menemukan hal-hal yang jauh lebih fauna daripada fauna itu sendiri.

Dan barangkali kita pun punya banyak sisi hewaniah, hanya isi otak yang membuat kita berbeda sedikit saja dengan mereka.

Tentang Ibu

:catatan kesekian

 

Percayalah, di dunia ini perempuan dikutuk menjadi pemelihara. Jangan heran mengapa engkau akan secara otomatis mencari ibumu ketika sakit. Meski ibumu hanya bisa membuatkan secangkir wedang jahe atau mengolesi minyak angin di punggungmu, tapi di dunia ini hanya beliau satu-satunya yang bersedia melakukan hal-hal seperti itu tanpa kita memintanya. Tangannya menyembuhkanmu dari luka.

 

Itulah mengapa engkau mesti “ingat pulang”

 

🙂

senja hari ini

 

Di dalam kota yang hiruk pikuk ini, keindahan alam yang mudah dinikmati adalah langit… 🙂

 

1

 

 

terlebih senja.. bagiku senjalah yang terindah, barangkali ia mewakili nama-Mu, yang misteri dan abadi.

 

2

 

 

Suatu saat aku berdiskusi kepada sore yang menua: apakah yang lebih memahami keadilan ketimbang senja? Ia hanya satu dan hadir sebentar saja, tapi setiap orang berhak memiliki riwayatnya…

 

3

 

 

Di jalan, setiap orang berkejaran dengan waktu. Mereka juga mengejar begitu banyak hal yang entah apa itu.

Aku pun mengejar…

mengejar senja,

tapi di antara hiruk pikuk waktu inilah, rasanya aku hanya berhenti…

 

4