selamat hari bumi

Membaca alam, membaca asal muasal kehidupan kita. Pada kitab suci, kita diajari tentang unsur-unsur pembentuk manusia yang semuanya berasal dari alam semesta. Bahkan demi mengenal Tuhan pun kita membutuhkan alam. Namun, manusia telah mengotori alam dengan sejarah keserakahan dan kekuasaannya. Mereka tinggal di sana dan menghabiskan tanpa merawat ataupun mengembalikan seperti semula. Manusia merasa mampu menggunakan akal untuk menggunakan alam, mengakali alam, tapi lupa bahwa merekalah yang sebenarnya tergantung pada alam, seperti bayi yang terus bergantung pada ibunya. Bukankah sesungguhnya alam akan tetap ada dan berlangsung, tanpa manusia sekalipun?

Benarkah di planet bumi ini, manusialah jenis hama paling sombong?

 

Hari ini, aku hanya bisa mengucapkan selamat Hari Bumi untuk planet yang kita tinggali ini. Semoga kita menjadi penghuni yang tidak terus menerus diperbudak nafsu.