20:20 ; ritme

“Mimpi adalah mekanisme nan menakjubkan. Ia danau tak berdasar. Kita menyelam di sana, melihat dan mengerti segala sesuatu dalam dimensi berbeda, merasa gembira atau sedih karena pengetahuan itu. Lalu, ketika kita muncul di permukaan lagi, kita tidak bisa mengerti lagi apa yang telah kita lihat, tapi kita masih bisa merasakan sesuatu akibat pengertian yang telah hilang.”

Cuplikan ini ada di novel Lalita karya Ayu Utami, yang tak sengaja kutemukan ketika iseng membaca.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s