Percakapan dengan Awan-awan

 

 

“Kenapa orang-orang suka berteriak untuk bisa saling mengerti?”

“Sebab mereka lupa bahwa Tuhan bahkan bisa mendengar meski kita hanya berbisik….”

“Lupa? Apa kita semua juga lupa?”

“Mungkin saja. Kau bahkan lupa membuka jendela kamarmu.”

“Lalu, kenapa kau lupa menjadi hujan?

“Aku hanya lupa menjadi diriku sendiri..”

“Ah, rasanya, kita hanya terlalu kenyang mengingat…”

 

 

 

 

 

 

Percakapan dengan Embun

 

 

“Kau tahu, bagaimana cara supaya tidak perlu peka dengan firasat? Tak perlu merasa sakit bila itu bukan kesakitan kita? Dan tak perlu merasa hanyut dalam kegelapan yang barangkali ditemui di kehidupan ini?”

Embun menjawab, “mudah saja, jangan cintai apa pun di dunia ini, jangan pakai hatimu. Hanya itu kurasa….”