Reuni Miss-Miss

 

 

Bertahun-tahun sudah tak berjumpa. Dulu kala ketika kita masih bekerja bareng di kantor yang sama, aku masih mahasiswi yang ‘terserah mauku’ dan terobesesi hal-hal baru, sementara kalian telah beranjak dewasa dan ingin menjadi ibu, yang merindukan segala hal mapan pada tempatnya. Kala itu aku tak memahami jalan pikiran kalian, dan bertanya apakah tatkala menjadi dewasa, perempuan akan begitu mengesampingkan dirinya sendiri? Menjadi sedemikian ‘wanita’? Sebaliknya, barangkali waktu itu, kalian juga hanya sekadar memaklumiku, “ah, masih muda.”
Demikianlah masa lalu, betapa lucunya bila ia kembali diulang.
Malam ini, di sebuah ruangan yang pintunya diberi palang “Reuni Mathemagics” periode 3, aku di tangah kalian semua–belum menikah dan suka bermimpi. Tapi rupanya memang banyak yang berubah. Di antara kita, anak-anak kecil berkeliaran: naik ke kursi, berlarian di bawah meja, mengelilingi kolam ikan, menerbangkan sedotan, membuat meletus balon-balon—-betapa lucu anak-anak itu dan betapa gesitnya kalian mengejar-ngejar mereka (kupikir miss-miss ini sempat membelah diri demi mengawasi mereka)

Dan perasaan sedari tadi, cuma aku yang begitu tenang dan hanya makan.