Catatan Senin Malam

1
Aku ingat pernah menuliskan film The Lady, tapi entah di manakah file itu berada.
Film itu begitu menarik, dan setiap peristiwanya kuingat… setiap apa pun yang menyangkut film itu di tahun 2012-an.

Barangkali di dunia ini, cinta yang sempurna tidak ada. Seperti yang ada di film itu.

Cinta? hm, sejak kapan aku sanggup jujur dengan perasaanku?

2.
Karena mimpi itu gratis, kenapa tidak kita tulis mimpi kita sebanyak-banyaknya?

Akhir-akhir ini, aku sedang terus menuliskan mimpi dan rencana-rencana hidup di setiap kesempatan. Belakangan kutahu, menulis rencana hidup juga sudah menjadi tradisi sejak zaman Romawi Kuno. Tapi seperti halnya banyak orang di laur sana, aku juga selalu takut. Bukan takut bermimpi, melainkan tentang hal-hal yang mungkin kelak menghalangi supaya aku berubah pikiran.

3.

Betapa akhir dari sesuatu yang telah lama ditunggu dan ditebak-tebak jawabannya, bisa menimbulkan rasa sedih dan lelah dua kali lipat sepertinya. Dan yang kumaksud ini, tentang ditemukannya bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, yang kubaca beberapa saat yang lalu.
Tapi meski demikian, meski kepastian kadang menyakitkan, tak ada lagi penantian dan prasangka yang tak pasti yang berlarut dan berlanjut.
Demikianlah kadang hidup itu mengajari kita.

4.
Perpisahan selalu menimbulkan kesedihan, sekalipun kita sadar, kesedihan selalu tak berlangsung lama dan kadang datang kemudian pergi, kadang menjadi awal dari sesuatu atau akhir dari sesuatu.

Hari ini, seorang guru yang telah bekerja sama denganku 3 bulan ini mengundurkan diri karena akan pindah ke Kalimantan. Namanya Rina. Dia mahasiswa di salah atu universitas swasta islam di Yogyakarta. Sejak awal aku mewawancarainya, aku telah melihat kesungguhannya. Dia menemuiku tidak lewat iklan yang kupasang di koran atau jejaring sosial, tapi inisiatif begitu ada info terdengar dari temannya. demikianlah, langsung kuserahkan beberapa murid kepadanya yang sedang menunggu guru yang bersedia.

Aku selalu menaruh kepercayaan dengan mudah terhadap mereka yang mau mengajar, dan benar, Rina adalah salah satu dari mereka yang memang berjiwa mengajar. Sebab selama ini aku menghafal seperti apa tipikal pengajar yang orientasinya cenderung hanya pada materi. Tapi untunglah itu hanya satu dua yang kutemui. Rina tipikal yang tulus. Sejak awal dia sudah care dengan permasalahan murid, bila aku harus mengganti jadwalnya dengan guru lain, ia akan meminta nomor si guru tersebut, untuk menjelaskan perihal si murid, supaya ke depannya dapat melanjutkan materi yang diajarkan sebelumnya. Dan itu dia lakukan tanpa kuminta. Yeah, barangkali sebab dia juga paling dewasa dia antara yang lain, maksudnya, sebab guru-guru lain masih semester awal dan masih awam soal mengajar, tapi di samping itu, Rina inilah yang paling mengerti kalau tidak mudah bagiku meng-handle semua ini sendirian.

Dan di antara 12 guru yang bekerja sama denganku akhir-akhir ini, alhamdulillah kebanyakan memang tak berorientasi pada gaji. Melainkan pada kualitas. Termasuk dia. Maka, aku menjadi yakin, suatu hari cita-cita bikin sekolah untuk rakyat menemukan cahaya. Tapi saking loyalnya, Rina bahkan saat pamitan tadi dia minta honor dua kali mengajarnya bulan ini diberikan salah satu temennya, temen guru juga 😐 . Padahal sudah kuyakinkah bahwa gaji bisa ditransfer ke mana pun guru-guru ini bepergian. Tapi katanya, itu sudah menjadi niatnya. Akhinya itu pun jadi amanah yang mesti kusampaikan akhir bulan nanti.

Oke, akhirnya kami share soal cita-cita. Dia juga tertarik di bidang itu. Kami saling mendoakan semoga sukses di masa mendatang. Dan akhirnya aku juga malah curhat, kelak sku memang ingin membuat sekolah gratis untuk masyarakat yang tidak mampu, juga yang berada di pinggir wilayah Indonesia, supaya tidak ketinggalan hidup di zaman kapitalis seperti ini. Untuk itulah, aku bakal bekerja keras di waktu mendatang, supaya dalam proses itu, segalanya dapat terlaksana dengan lancar satu per satu. Tentu aku butuh doa untuk membuat segalanya terlaksana.
Dan rupanya, cita-citaku sama dengan Rina. Kami akhirnya memutuskan untuk jangan lost contact, sebab suatu hari siapa tahu Tuhan mengizinkan, kami bisa bekerja sama. Amin untuk segala doa yang berniat dari jiwa.

2 komentar di “Catatan Senin Malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s