01:55

Rasanya bukan sekali dua kali aku mendapat saran supaya salat tahajud, supaya segalanya lancar, supaya tidak berat menjalani hidup. Barangkali dari luar aku kelihatan ringkih dan tidak sanggup hidup. Tapi bagaimana aku bisa salat tahajud, bila biasanya aku baru bisa tidur dini hari atau menjelang pagi, dan sulit bangun lagi setelah terlanjur tidur sampai matahari terang benderang? Malah, mungkin aku baru bisa tiba-tiba bangun di tengah tidur kalau mengalami mimpi buruk.

Ini bukan masalah aku banyak berpikir atau sedang mikir hal-hal berat. Tapi karena insomniaku belum juga sembuh. Dan berserakanlah segala hal di atas tempat tidurku. Buku-buku kumpulan cerpennya Agus Noor, buku antologi cerpen Orang-orang Kotagede, koran hari Minggu kemarin yang belum selesai kubaca, majalah Horison bulan ini, juga agenda pekerjaanku. Yeah memang tidak lebih baik dari melakukan tahajud, tapi mereka semua memang belum juga membuatku bisa tertidur.

Lalu, kuputuskan untuk membuka tirai jendela supaya dapat melihat pemandangan kebun kecil di luar, menatap mekarnya kemuning yang sepi di kegelapan, dan mendengar musik. Esok, cahaya matahari yang membangunkanku.

01:55 di jam kamarku
Berharap bisa segera tidur dan bermimpi indah.