mengingat masa lalu: mengambil keping inspirasi

Aku ketiduran bada magrib tadi. Telat 10 menit sudah cukup parah untuk masuk kelas yang sedang kuuikuti bulan ini. Tapi ternyata sampai di sana, penduduk kelas masih berkumpul di teras gedung. Aku lega.

“Stop. Jangan ke kelas dulu.” salah satu dari mereka yang tiba-tiba muncul di pintu ruang admin ini mencegahku.

“Eh kenapa?”

Dan salah satu temanku itu menyebut nama makhluk unyu yang paling kubenci di dunia. “Ada kec*a di sana, sekarang kelasnya masih dikunci.”

Olala. Mendadak merinding mengetahui itu.

Akhirnya kami semua menginvasi perpustakaan sambil menunggu kelas dibereskan oleh cleaning service. Dan sambil menghilangkan bayangan soal makhluk itu, aku melihat-lihat ratusan buku di sana. Yeah, andai sudah bisa menerjemahkan dengan lancar buku-buku berbahasa planet ini, mungkin aku bisa mengerti dan betah di ruang itu. Haha, ini pertama kali aku merasa tidak betah berada di dalam perpusakaan. Tak lama perhatianku tertumbuk pada sebuah buku tua yang cukup mencengangkan, salah satu karya Mochtar Lubis rupanya pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis dan terbit di negara itu. Tapi belum juga aku ambil dari rak, Mademoiselle Rida sudah memanggil kami semua kembali ke habitat.

Çava, kelas hari ini cukup seru. Di tengah pelajaran, kami semua menyimak Mademoiselle mendongeng sejarah Canal du Midi yang dirancang oleh Pierre-Paul Riquet di akhir abad 17, hingga kebun anggur yang terkenal di sana. Yeah, latihan menerjemahkan dengan metode membaca artikel seringkali lebih efektif.

Le Canal du Midi

Le Canal du Midi

orb-beziers_maxi

Kanal ini menghubungkan Laut Mediterania dengan Samudra Atlantik melalui Sungai Garonne. Wow. Memang butuh ‘orang gila’ untuk merealisasikan proyek kanal sepanjang [kurang lebih] 241 km itu. Kanal ini selalu ramai pada musim panas. Dan recommended untuk siapa pun yang ingin mengeksplore Perancis melaui jalur air.

Mendengar Canal du Midi, terbayang suasana di sana. Riuh motor boat, orang-orang yang mengisi liburan, deret pepohonan, kesiur angin, jembatan tua, dan bangunan bersejarah di sepanjang perjalanan. Jadi intinya begini, bila kita ingin jalan-jalan di Perancis melewati arah selatan, kita bisa melewai kanal itu dan menikmati wilayah-wilayah yang masih memiliki sisa peninggalan abad lampau… Juga pemandangan yang indah di sepanjang jalan. Sepertinya romantis. (diam-diam kutambahkan di daftar mimpi backpakeran)

Tapi sebetulnya soal kanal ini, aku lebih ingin membahas seseorang di masa lalu. Tidak lain tidak bukan adalah tentang si insinyur yang bertanggung awab atas pembangunan kanal tersebut, Pierre-Paul Riquet.

Pria ini lahir pada abad 17, seorang jenius yang mencintai ilmu pengetahuan dan matematika. Ia selalu menjaga semangatnya dan tak menyerah. Semangat dan imajinasi dua hal yang mengawali kejeniusan dan proyek besarnya. Pada usia 19, ia menikah dengan Catherine de Milhau, putri dari masyarakat kelas petani dari Beziers dan memiliki lima anak (dulu Perancis masih memiliki pembagian kelas). Pekerja keras yang satu ini tercatat memiliki berbagai prestasi dan populer di negaranya (di ranah sosial).

Selain Imaji, antusias, keberanian, kesabaran, ia juga menggunakan spontanitas dan keterbukaan. Nah itulah mengapa orang-orang Perancis gila banget soal pembaruan. Ia juga seorang pebisnis yang berhasil dan juga menghormati hukum di zamannya. Bahkan dengan dananya sendiri, ia juga sempat melakukan percobaan kanal. Konon, Pierre-Paul Riquet ini juga seorang introvert, ia baru mampu bekerja total ketika sendirian dan berusaha tak membagi tanggung jawabnya demi totalitas.

Sayang, empat belas tahun kemudian, peresmian Royal Languedoc kanal diadakan tanpa Pierre-Paul Riquet, yang telah meninggal beberapa bulan sebelum proyek tersebut selesai.

Sejarah lengkapnya memang ada di sebuah buku yang masih berbahasa Perancis. Sehingga belum bisa kutulis secara lebih lengkap di sini.

Mengenal insinyur kanal ini, mempelajari juga semangatnya, dan membuatku ingin menelusuri sejarahnya, nuansa kanalnya, negaranya, juga budayanya suatu hari nanti… Berangkali sendiri, atau bareng suami :p

(Amin)

Aku selalu percaya mengingat masa lalu orang-orang yang menginspirasi akan selalu membuat kita tetap berpegang pada mimpi dan keyakinan di masa depan. Mengingat orang-orang yang membuat kita jatuh tak akan membuat keadaan hari ini menjadi lebih baik.

Dan tulisan ini memang khusus dikirim untuk memenuhi tugas Komunitas Penamerah bertema “Seseorang di Masa Lalu”. Maaf agak membosankan. Sebab tema masa lalu sudah pernah diposting dengan tokoh beragam dan ditulis di judul-judul sebelumnya.

Kali ini memang aku hanya ingin menulis apa yang ingin aku ingat.

^^v

Merci

canal 1

5312871155_725d131f59

11 - ƒPANCHOIR DE L'ARGENT DOUBLE CANAL DU MIDI AUDE