riset kecil tentang kebahagiaan

Beberapa hari ini, aku ngulik hal-hal berkait masa lalu, kini, dan masa depan. Bahan referensinya kuambil dari kehidupan biksu, nabi, pejabat, kaum revolusioner, seniman, pengusaha, masyarakat marginal, menengah ke atas, bahkan pada hal-hal di sekitarku…  dari berbagai hal.

Awalnya dari menemukan beberapa artikel dan tulisan yang merujuk pada beda tebal antara ‘kesenangan’ dan ‘kebahagiaan’. Secara etimologi pun beda.

Intinya begini:

Orientasi kesenangan mengacu pada syarat-syarat meterial yang harus dipenuhi. Sayang sekali, rata-rata ‘kesenangan’ menunjukkan bahwa ia bersifat sementara, egois, terbatas, dan rakus. Sisanya menunjukkan adanya ketidakstabilan. Kesenangan tidak selalu menunjukkan kebahagiaan.

Sedangkan kebahagiaan hampir tak memiliki syarat apa pun untuk mencapainya. Ajaibnya, bersifat lebih abadi, berkelanjutan, menyebar luas, dan tak berhingga (bila kita hubungkan secara matematis). ‘kesenangan’ hanya menjadi salah satu ciri di dalamnya. So, ada kebenaran slogan populer yang berbunyi “bahagia itu sederhana.”

Semula riset kecil-kecilan ini (iseng) dilakukan dengan cara studi teks secara simpel, dan dari kasus yang pernah ada aku kumpulkan dalam sebuah notes. Kemudian menganalisisnya menjadi berlembar tulisan, yang mungkin tidak perlu aku posting di blog. Seperti biasa, proses ini hanya untukku pribadi, demi mengetahui apakah hingga usia 26 ini, aku telah berada di jalan yang benar atau tidak.

(memang sih, kurang kerjaan banget, tapi penting, bagi perempuan, itu usia rentan bukan?)

Memang tidak serta merta aku mengerti kondisi kehidupan pada biksu/bikhuni—misalnya—tanpa riset langsung. Yeah setidaknya, ada gambaran dan pelajaran penting di sana, bahwa untuk berbahagia, hal-hal bersifat material tidak menjadi faktor penentu. Kasarnya, hal-hal duniawi takkan bisa membeli kebahagiaan.

seperti halnya kita takkan bisa membeli keimanan seseorang.

dan ending sementara dari analisis dan perenungan ini adalah… Kita sama-sama tahu, mana dari kedua hal tadi yang sejatinya paling banyak dicari (dirindukan).

sekian.
Selamat beristirahat,

semoga esok menjemput bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s