:rumah

ingatkah engkau tentang riwayat rumah
dalam sajak Chairil yang pernah kita baca?
kini biar kuuraikan itu untukmu
–dalam bayangku, kita membangun rumah di tepi danau
yang tersusun dari batu dan kayu
tertata begitu rapi di setiap jeda
dan pintunya menatap cahaya buih air yang menyatu pada kabut
pohon-pohon hidup dalam alur musim
burung-burung hadir dan pergi penghias sepi
langit biru rupawan serta senja datang tepat waktu
juga bunga-bunga tulip dan sebentang taman yang boleh kau tanami mimpi
aku ingin engkau tinggal di sana
sementara aku menitipkan rindu yang berdegup tanpa henti
sebab aku tahu, aku tak bisa tinggal terlalu lama
perjalananku senyap
dan selalu tak bertujuan
dibayangi deru ragu memanggil-manggil
dan musim yang merupa gigil
:kini aku menjumpaimu
merangkum seluruh namamu, membawanya ke dalam jantung
esok mungkin tak kau temu
sekalipun aku rindu dekapmu yang hangat musim salju
hanya ingin engkau mengerti, menginginkanmu itu telah serupa pulang ke rumah
sekalipun aku tak berarah

Iklan

teman seperjalanan

aku dan engkau
membagi rahasia
mencabik masa lalu
dan saling menyembuhkan
tetaplah di sini
sebab engkau bayang
rumahmu di perjalanan