lampu 5 watt

Semalam udara sangat dingin dan mudah membuat mengantuk. Sebab kopi dan kawan-kawannya tak begitu mempan membuatku bertahan, maka yang kulakukan adalah pasrah dan tidur di jam 7 malam. Tapi alam tak sedang membiarkanku tidur lama akhir-akhir ini.

Tak lama aku terbangun jam 11 an malam dan sulit tidur kembali. Malas menyalakan lampu yang terang benderang, aku biarkan lampu 5 watt yang menyala di kamar. Aku pergi ke dapur dan membuat cokelat untuk kubawa ke kamar. Kutambah bantal agar aku tiduran setengah duduk supaya dapat disambi membaca novel salah satu penulis sastra perempuan yang kubeli kemarin hari.

Cuaca sungguh beku sehingga aku gak jauh dari selimut. Dingin yang lembab, dingin di negaraku memang dingin yang melapukkan. Tak ada naskah kuno yang selamat dari rusak karena kelembapan udaranya, kayu mudah lapuk, besi mudah berkarat, sisi positifnya sampah-sampah organik mudah terurai, dan barangkali manusia mudah dekat juga dengan menjadi tanah… entahlah.

Sudah separuh buku kubaca, pikiranku justru sibuk kembali karena ada salah satu bagian di novel itu yang kembali membahas rasionalitas. Rasanya urusanku dengan istilah itu belum cukup selesai. Dan aku tersenyum karenanya.

Hm.. rasionalitas menguraikan irrasionalitas.. kata penulis itu
tapi aku justru berpikir: apakah benar menguraikan atau malah melumpuhkan?
Suatu saat akan kucari referensinya.

Lalu teringat teori Freud, yang mengatakan bahwa manusia pada dasarnya dilahirkan jahat. Perilaku manusia digerakkan oleh daya negatif yang tidak disadari, seperti kecemasan atau permusuhan. Maka membentuknya adalah dengan dorongan positif dari luar. Tapi Freud juga memfokuskan pada alam bahwa sadar sebagai penentu perilaku manusia. Ah, tapi rasanya agak sedikit pesimis. Sekalipun menarik juga ketika alam kesadaran manusia dibagi dalam lapis-lapis.

Tapi barangkali, cukup kumengerti bahwa bila alam sadarku memikirkan tentang mencintai seseorang, maka tidak selalu perilaku nyata bisa mengatakan demikian -__-

Ah, jangan-jangan lampu 5 watt ditambah dinginnya cuaca bisa membuat pandanganku tentang rasionalitas jadi membulat entah ke mana.

candle-in-glass-wallpapers_10509_1920x1440

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s