Cerita tentang Mimpi

Hei, saya hanya ingin cerita soal mimpi.

Saya mimpi aneh sekali tadi malam. Pertama sebelum terbangun samar, saya mimpi menaiki pesawat berbentuk kapsul. Lalu mendarat di suatu tempat aneh yang saya yakini itu planet lain, mungkin di galaksi lain juga. Semuanya penuh warna, hanya saja begitu berbeda dengan yang saya temui di bumi. Rumput berwarna pink, ada juga yang ungu, ada yang berbentuk jel seolah dapat digigit dan dicampur dengan es buah. Pohon-pohonnya juga berbentuk aneh. Tanah yang saya pijak saat keluar dari pesawat kapsul itu adalah bening. Tidak serupa tanah berwarna cokelat, yang sering kita temui setiap hari. Benar-benar bening. Saya kira saya hampir tercebur di air, atau nyungsep di hamparan agar-agar. Ternyata tanah. Dan suhunya dingin. Langit di atas sana juga keunguan. Dalam mimpi itu, saya bolak-balik keluar masuk pesawat dan hampir merasa bingung jika harus berjalan-jalan di planet aneh itu. Perasaan saya saat itu tak dapat terjabarkan. Hanya sedikit yang saya ingat, sepertinya saya membuat makanan di dapur pesawat saya, dan tidak kepikiran untuk kembali ke bumi.

Saya terbangun, sesaat, kemudian tidur lagi.. tanpa melihat jam. Sungguh dalam soal tidur saya lebih sering menjadi makhluk primitif, tanpa butuh jam, HP atau kabar berita terbaru di internet.

Saya bermimpi lagi. Tiba-tiba di bumi. Tapi tidak di negara saya berada. Tapi di kawasan perang. Saya menjadi anggota yang ditugasi di daerah perang. Sepertinya masih di kawasan Asia, entah Vietnam tahun lampau, atau Thailand. Orang-orangnya memiliki postur dan warna kulit yang tak jauh beda. Saya harus kejar-kejaran padahal semula saya dikirim untuk mengajar di daerah pedalaman. Tapi karena sepertinya dalam mimpi, saya mengetahui rahasia musuh, maka saya menjadi salah satu anggota yang dikejar-kejar. Saya melihat kelompok saya berlari dari kejaran. Melintasi hutan, berenang melalui danau di tengah hutan, hingga menyamar menjadi petani alang-alang ketika melihat tentara musuh. Kami berlari hingga melintasi padang ganja, dan sembunyi di bangunan tua untuk memanggil helikopter yang menyelamatkan kami. Jangan tanya mengapa saya tahu itu ganja, mimpi sering kali tidak dapat dijabarkan bagaimananya. Saya juga merasa ketika kami, saya dan orang-orang di dekat saya berlari lagi, saya melihat satu tentara musuh berusaha menembaki kami, tapi untunglah tak ada yang terkena. Tapi saya pun mikir, apakah bila saya benar-benar tertembak lantas saya merasa sakit atau nggak bisa bangun? Toh bagaimana pun ini hanya mimpi.

Bangun-bangun, rasanya capek sekali, seperti habis berlari puluhan kilometer.

Mimpi yang aneh bukan. Saya jadi ingat kata Carl Gustav Jung, apakah mimpi saya semacam arketipe? Entahlah.

Lake-of-dream-hd-wallpaper

 

Iklan

3 thoughts on “Cerita tentang Mimpi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s