-luruh-

Semula memang sebentuk titik
Mendekat dalam dimensi benda-benda
Dengan serayuan badai-badai malam buta

Lalu waktu membelah sunyiku:
Aku adalah layar perahu

Mengasuh angin menyibak lelaruh yang derainya kian jauh

Sekedar kembali

Ada suatu saat yang barangkali semakin kutahu
Tidak ada aku,
Tidak ada kamu,
Tidak ada penantian,
Tidak ada ingatan yang kembali pada sedia kala

Tidak ada cinta

 

Iklan

catatan pagi ini

Pagi ini, secangkir cokelat hangat menemani kegiatan bagun pagiku. Tak peduli bagaimana pun sibuknya, alam semesta selalu saja membangunkanku lebih awal jika sehari sebelumnya aku berpikir tentang rencana. Tentunya menyangkut berbagai kebaikan dan manfaat banyak orang di sekitarku. Kadang aneh juga menyadari, ketika plan C mulai dijalankan, rupanya plan A dan plan B yang justru berjalan dengan sendirinya, bahkan nyaris mengejar, tapi tak apa, toh itu tandanya aku memang masih mampu.

Bagiku, kini, tak ada lagi kegiatan sia-sia, waktu semakin berjalan dengan cepat, dan aku pun mestinya tetap seiring. Sebab beberapa hari ini aku banyak berpikir, siapa lagi yang kelak akan menolongku, kecuali diriku sendiri… siapa yang akan menolong mereka, orang-orang yang kusayangi, bila bukan aku? Sia-sia bila aku lebih banyak menghidupi angan-angan tapi toh yang paling dekat itu realitas.

Dan sehari kemarin aku yakin, aku akan tetap berjalan, tak peduli akan sesibuk apa pun akhirnya.. terlalu banyak rencana justru tak menjamin dapat terealisasikan, lebih baik beberapa namun mampu dicapai..

Aku sudah dewasa dan mestinya sudah berganti jiwa.. bukan, kurasa bukan berganti, melainkan menambahi, menyempurnakannya… sedewasa ini mestinya sudah dapat menghijaukan banyak kehidupan di sekitar, bukannya hanya sekedar menumpang tinggal lalu ikut menghabiskan.

aku butuh manajemen waktuku sendiri agar dapat mengasuh semua rencana itu, ke arah realisasi yang lebih baik dan bermanfaat… Lihat saja, akan kubuat segera.

 

Aku menikmati hidupku yang sekarang.

Tak boleh ada lagi hidup yang sia-sia…

 

 

 

 

 

di kamarku, 05:00

aku suka duniaku

:Sugesti untuk diriku sendiri

Rutinitas memang kadang mengalihkan energi, sistem dalam tubuh dan pikiran kita sering kali terganggu.. ide-ide semakin tersusun berantakan… rencana demi rencana pun terbengkalai sekaligus tercapai secara acak.

Aku selalu suka kesibukan ini, sebab kesibukan pun sering kali membuatku lebih dekat daripada apa pun yang sempat mampir menjadi angan-angan. Rencana yang terlalu banyak jutru hanya akan berakhir menjadi lamunan. Tak menjadi kenyataan.

Aku butuh menenangkan diri, selanjutnya menyusun lagi rencana-rencana itu untuk menjadikannya kenyataan…

Dan aku memang mencintai duniaku, realitasku….