catatan kecil

sebuah penafsiran dari sudut pandangku:

tinggi hati itu;
ketika orientasimu tak jauh dari dirimu sendiri,
terhadap orang lain
dan hanya berputar soal kau lagi, kau lagi, kau lagi
barangkali demi menjadi yang utama,
menjadi yang terpenting
maka bagimu kau harus memamerkan segala yg kau punya

rendah diri itu;
ketika bahkan kau tak mampu mengetahui
apapun kelebihanmu
dan tak berusaha menjadi setara

dan narsisme itu;
ketika engkau merasa seolah seluruh dunia
menatapmu dan menyoroti langkah hidupmu
padahal kau sadar, kau terlalu kosong
untuk melangkah ke depan
dan diam-diam orang muntah karena terlalu banyak tertawa melihat tingkahmu

rendah hati itu
ketika engkau lebih tahu
namun tak kau biarkan pujian mengalir sebab engkau merundukkkan rasa
hilangkan kesilauan dunia secara santun
tapi orang dengan sendirinya merasai ketulusanmu, sebab kau bergerak samar
menumbuhkan segala di sekitarmu, jauh lebih cerdas

21:23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s