sajak

kepada gelap:

usungkan mimpiku, malam, kepada lilin yang menjadi nyala cahaya
agar aku tidur sebentar lagi, pergi dari lelah
sampaikan pada kunang-kunang yang setia mencahayakan keajaiban langit
sebab hanya gelap yang dapat mengirim rasi gemintang, hingga kabut galaksi
mengantar sebagai bidadari

kepada rindu:
rebahkan penatmu menanti akhir episode, yang tak pernah ada untuk sekedar jawab..
biar ia berlari ke delapan penjuru mata angin
hingga aku lenyap
meresap imaji

kepada embun:
seantiasalah membelai jendela tua samping tempat tidurku,
agar aku sadar ini telah terlalu malam
sebab esok mungkin akan segera tiba dan aku harus kembali memijak dunia
dan aku menyanyikan diatonis lagu, untukku sendiri
menjelang dini hari

:gelap, rindu, embun, tetaplah menjadi sajakku hari ini..
hingga habis malam nanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s